• 08121752022
  • dokterbehel@gmail.com

Gigi Sehat

Cara Merawat Gigi Berlubang

Tips Mencegah Gigi Berlubang

Tips Mencegah Gigi Berlubang

Kebersihan mulut dan gigi yang buruk tentu dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti bau mulut, gigi berlubang dan gusi berdarah. Guna menghindari berbagai permasalahan diatas, Kita perlu mempraktekkan pola kebiasaan perawatan gigi yang baik. Kita perlu disiplin dalam merawat gigi, mulai dari menggosok gigi hingga melakukan kontrol rutin berkunjung ke dokter gigi.

Berikut adalah beberapa kebiasaan / habit yang bisa kita terapkan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut:

Memilih pasta gigi mengandung fluoride

Pastikan pasta gigi yang Anda pilih mengandung flouride di dalamnya. Perawatan gigi dengan pasta gigi mengandung flouride dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.

Selain itu, flouride dapat memperkuat enamel yang membuat gigi lebih tahan terhadap asam dari plak yang menyebabkan kerusakan gigi.

Rajin Sikat gigi

Kita semua dianjurkan untuk sikat gigi secara teratur. Sikat gigi dua kali sehari dengan cara yang benar. Kebiasaan menyikat gigi dapat dilakukan setiap pagi setelah selesai sarapan.

Kita juga dianjurkan untuk rajin sikat gigi pada malam hari menjelang tidur. Sikat gigi menjelang tidur baik untuk menghilangkan kuman atau plak dari sisa-sisa makanan / minuman yang menumpuk. Kita juga dianjurkan menggunakan benang gigi (dental floss) setidaknya satu kali sehari.

Benang gigi atau dental floss dapat membersihkan sisa-sisa makanan yang masih menempel di sela-sela gigi. Membiasakan diri untuk menggosok gigi secara rutin dan rajin menggunakan benang gigi dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit gigi dan mulut.

Mengurangi makanan / minuman manis

Makanan / minuman  yang manis dapat meningkatkan produksi asam, hal ini dapat merusak lapisan enamel pada gigi. Kebiasaan tidak menggosok gigi setelah makan / minum manis,  dapat membuat sisa-sisa makanan / minuman akan menempel lebih lama di gigi. Habit ini dapat mempercepat proses kerusakan gigi.

Selain mengurangi konsumsi makanan / minuman manis, Kita dianjurkan memperbanyak konsumsi buah-buahan /sayuran dan air putih.

Memakai obat kumur

Memakai obat kumur / cairan pembersih mulut sangat baik untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi /benang gigi. Berkumur dengan menggunakan obat kumur antiseptik dapat mencegah pembentukan plak dan mencegah penyakit gusi.

Kontrol rutin ke dokter

Perawatan rutin ke dokter gigi bertujuan untuk menghilangkan plak pada gigi. Dokter gigi juga dapat melakukan scalling untuk membuang karang gigi yang menumpuk.

Kontrol ke dokter gigi tidak harus menunggu gigi mengalami kerusakan, tapi penting sekali untuk melakukan tindakan pencegahan dengan rutin berkunjung ke dokter gigi.

Kategori informasi Behel Gigi

Panduan Sukses perawatan behel

“Panduan Sukses perawatan behel”

Halo adik-adik, apa kabar semuannya?

Pada kesempatan ini, kembali kakak akan mengingatkan pentingnya menjaga kebiasaan-kebiasaan positif untuk sukses perawatan gigi. Berikut adalah beberapa kebiasaan kecil yang penting untuk kita lakukan disaat sedang menjalankan perawaan behel / kawat gigi.

Kontrol secara rutin

Penting sekali untuk kontrol rutin ke dokter gigi. Tujuannya untuk melihat progres perbaikan dan memperbaiki behel gigi yang mulai longgar. Durasi kontrol, dianjurkan setiap 3-10 minggu, tentu saja tergantung dari jenis behel gigi yang dipakai.

Baca juga: Behel Gigi & Bau Mulut

Memilih makanan

Kesalahan dalam memilih makanan tentu dapat beresiko pada behel gigi Anda. Pada awal perawatan behel, beberapa hari pertama, dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis makanan yang lunak / halus.  Makanan yang dapat Anda konsumsi, seperti puding, es krim, pisang nasi, pasta, fish cake, mashed potato, daging yang dimasak lunak & buah-buahan yang dijus. Makanan yang besar, dipotong kecil-kecil agar mudah untuk dikunyah dengan aman. Contoh jenis makanan yang perlu dihindari seperti permen karamel, kacang, permen karet dan apel.

Hindari kebiasaan buruk

Kebiasaan buruk yang beresiko diantaranya kebiasaan menggigit kuku dan kebiasaan menggigit pensil. Kebiasaan-kebiasaan tersebut harus segera kita stop karena beresiko merusak gigi dan dapat mengganggu proses perawatan behel gigi.

Pesan untuk yang berolah raga

Bila kita memiliki hobi olahraga, mari kita gunakan pelindung mulut pada saat sedang berolahraga, hal ini penting untuk melindungi gigi dan behel gigi. Khusus apabila kita melakukan olahraga kontak yang memiliki resiko tinggi, seperti olah raga bela diri.

Apabila memakai kawat gigi yang bisa dilepas, sebaiknya melepas kawat gigi pada saat bermain/ berolah raga dan upayakan tetap menggunakan pelindung mulut.

Memakai Benang Gigi

Selain menggosok gigi secara teratur, cara merawat gigi juga dengan membersihkan sisa makanan yang menempel di sela-sela gigi atau menempel pada behel /kawat. Kita dapat menggunakan benang gigi khusus atau sering disebut dental floss. Memakai dental floss penting untuk dilakukan karena gigi yang berbehel lebih beresiko membentuk karang gigi. Kita bisa menggunakan dental floss setelah menggosok gigi terlebih dahulu.

Memakai Obat Kumur

Berkumur dengan menggunakan obat kumur (mouthwash) adalah cara efektif merawat gigi behel, khususnya membantu melawan kuman, bakteri penyebab bau mulut & gigi berlubang. Obat kumur telah diperkaya dengan sejumlah zat yang penting untuk merawat gigi dan mulut. Kita dianjurkan memakai obat kumur setiap selesai menggosok gigi.

Demikian uraian singkat tentang Panduan Sukses perawatan behel, semoga bermanfaat.

Instagram: @dokterbehel


Perawatan Behel Gigi di Surabaya:
  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.

dokterbehel.com

Kontak Kami

Poli Kesehatan Gigi Surabaya

Poli Kesehatan Gigi Surabaya

“Poli Kesehatan Gigi Surabaya : Kebiasaan Penting untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Halo apa kabar adik-adik semua? Tetap semangat ya…

Pada kesempatan kali ini, kakak dari tim dokterbehel.com kembali hadir untuk sharing info kesehatan gigi dan mulut. Kali ini akan dibahas tentang kebiasaan-kebiasaan penting dalam kesehatan gigi. Selain menyikat gigi, memakai obat kumur, dan memakai benang gigi, kita dapat menjalankan kebiasaan-kebiasaan penting lainnya. Berikut habit yang harus kita latih:

Gunakan sikat gigi yang tepat

Teknik menggosok gigi perlu dipelajari dan diperhatikan dengan benar. Cara memegang sikat gigi perlu diperhatikan. Gosoklahlah gigi dengan lembut, dengan gerakan pendek-pendek, lakukan dengan gerakan melingkar. Jangan berlebihan saat menggosok gigi, cukup 10-15 kali sikatan per gigi. Lama menggosok gigi kurang lebih sekitar 2 menit.

Instagram: @dokterbehel

Pilih sikat gigi yang baik dan berkualitas. Gunakan sikat gigi paling lama adalah tiga bulan. Perhatikan kondisi bulu pada sikat gigi. Apabila bulu-bulunya sudah mekar, rusak, rontok, jangan digunakan. Adik-adik dianjurkan memilih sikat gigi dengan bulu-bulu yang lembut.

Waspadai Makanan Manis

Waspadai mengkonsumsi gula. Gula merupakan sumber energi bagi bakteri, ini menjadi penyebab terbentuknya plak yang bisa merusak enamel gigi dan gusi. Gula juga menjadi bahan untuk membentuk keasaman mulut. Waspada gula karena dapat menyebabkan kerusakan pada gigi.

Stop Kebiasaan merokok

Bila adik-adik mempunyai kebiasaan merokok, yuk kita stop. Tentu adik-adik pasti bisa. Merokok menjadikan rongga mulut ruang berkembang biak untuk bakteri. Ingat, ada dua zat di dalam rokok, yaitu nikotin dan tar. Kedua zat tersebut, dapat menggerogoti gusi, membuat gigi geligi menjadi kuning dan kehitaman. Tentu kita tidak mau kan?

Apabila Adik-adik merokok dapat beresiko penurunan kualitas tulang yang menyokong gigi. Gigi akan lebih mudah lepas/tanggal. Selain itu, merokok dapat meningkatkan risiko kanker mulut, akibat efek zat kimia yang terdapat pada rokok. Yuk kita stop kebiasaan merokok.

Memakai Benang Gigi (Dental Floss)

Adik-adik disarankan berlatih untuk rutin memakai benang gigi (dental floss). Dental floss dapat membantu mengurangi plak dan mempertahankan kesehatan gigi. Pemakaian benang gigi juga harus dilakukan dengan cara yang benar. Konsultasikan pada dokter gigi terdekat tentang cara memakai dental floss yang benar.

Kunjungan Teratur ke dokter gigi

Walau Adik-adik tidak memiliki keluhan kesehatan gigi dan mulut, tentu banyak manfaat yang didapat bila rutin memeriksakan gigi. Bila ada kelainan gigi, gusi, atau penyakit lain, dokter dapat mendeteksi lebih awal. Mencegah lebih baik dari mengobati. Umumnya biaya pengobatan untuk pencegahan masih lebih murah bila dibandingkan dengan biaya pengobatan untuk gangguan gigi yang berat.

Baca juga: Klinik Dokter Behel Surabaya

Demikan info dari “Poli Kesehatan Gigi Surabaya : Kebiasaan Penting untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut”, semoga bermanfaat. Untuk informasi lebih jelas, kunjungi dokter gigi terdekat di kota Adik-adik. Be Happy dan tetap semangat ya!


Alternatif tempat Perawatan Gigi (Pasang Behel) di Kota Surabaya
  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Kontak Kami


Rumah sakit ortodonti surabaya

Rumah Sakit Ortodonti Surabaya

“Rumah Sakit Ortodonti Surabaya: Cara Merawat Behel yang Tepat”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar adik-adik semua? Pada kesempatan kali ini kakak dari dokterbehel.com akan berbagi materi tentang cara merawat behel yang benar.

Instagram: @dokterbehel

Cara merawat behel atau kawat gigi yang benar perlu meliputi semua aspek. Dimulai dari memastikan kesehatan dan kebersihan rongga mulut, dan mengatur gizi asupan makanan, untuk mencegah kerusakan pada gigi yang sedang dirawat memakai behel.

Cara merawat gigi yang dipasangi behel

Kawat, bracket, karetdapat menjadi tempat mengendapnya plak. Oleh sebab itu, bagi adik-adik pemakai behel gigi, kebersihan dan kesehatan rongga mulut sangatlah penting.

Berikut diuraikan metode perawatan, agar behel gigi yang digunakan tidak berubah bentuk, dan tidak merusak gigi.

  1. Memperbaiki cara menyikat gigi:
    • Gunakan sikat berbulu lembut.
    • Gunakan odol yang mengandung zat fluoride.
    • Gosok gigi dengan gerakan memutar kecil, usahakan minimal selama 2 menit di pagi hari / setelah makan.
  2. Gunakan obat kumur (mouthwash): Konsultasikan dengan dokter ortodonti jenis obat kumur apa yang sesuai. Adik-adik dapat menggunakan obat kumur yang berbahan fluoride dan bebas alcohol.
  3. Menjaga makanan & minuman: Komplikasi pemakai behel gigi yang sering terjadi adalah gigi berlubang. Oleh sebab itu, Adik-adik dianjurkan menghindari makanan dan minuman yang banyak mengandung gula. Hindari makanan yang keras sebab dapat merusak behel gigi.
  4. Memakai benang gigi (dental floss): Behel gigi menyebabkan beberapa bagian gigi menjadi sulit dijangkau saat menyikat gigi. Solusinya pakailah benang gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan sulit dijangkau. Konsultasikan pada dokter ortodonti cara penggunaan benang gigi.
Cara mengatasi behel gigi yang rusak

Apabila behel gigi yang terpasang mengalami kerusakan, segera kontak dokter ortodonti yang berawat gigi adik-adik. Bila hal itu belum dapat dilakukan dengan segera, Adik-adik dapat menerapkan langkah-langkah ini sebagai tindakan sementara.

  1. Bila Kawat terlepas atau patah: Saat kawat terlepas, ujung kawat yang tajam dapat melukai rongga mulut. Untuk sementara, adik-adik bisa menggunakan lilin khusus behel gigi atau memindahkan bagian ujung yang tajam (dapat memakai potongan penghapus pensil).
  2. Bila Karet / cincin di gigi geraham lepas: Apabila karet / cincin di gigi geraham terlepas, adik-adik jangan mencoba memasangnya sendiri. Segera menghubungi dokter ortodonti, alat perangkat tersebut hanya dapat dipasang kembali oleh dokter gigi.
  3. Bila Bracket terlepas: Perangkat Bracket adalah bagian dari kawat gigi yang berbentuk kotak, menempel di permukaan gigi. Apabila bracket gigi tersebut lepas, pakailah lilin khusus kawat gigi. Lilin khusus tersebut berfungsi supaya bracket tidak melukai jaringan lunak seperti lidah, bagian dalam pipi, gusi, dll.

Baiklah adik-adik semua, walau kita telah melakukan berbagai cara untuk merawat kawat gigi, bisa saja hal-hal diatas terjadi. Oleh sebab itu, Adik-adik dianjurkan untuk rutin memeriksakan gigi ke Ortodontis. Salam sukses dan tetap semangat.

Info Rumah Sakit dengan Layanan Ortodonti
  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.

Baca juga: Pasang Behel di Klinik Surabaya

Demikian, uraian singkat tentang “Rumah Sakit Ortodonti Surabaya: Cara Merawat Behel yang Tepat”, semoga dapat bermanfaat.

• خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


dokterbehel.com

Kontak Kami

Klinik Kawat Gigi Surabaya

Klinik Kawat Gigi Surabaya

“Klinik Kawat Gigi Surabaya: Panduan Pasang Behel Atau Kawat Gigi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Halo apa kabar adik-adik semua?

Instagram: @dokterbehel

Pada kesempatan ini, tim dari dokterbehel.com kembali hadir untuk berbagai info tentang panduan perawatan behel gigi. Berikut beberapa saran penting bagi pemakai behel atau kawat gigi:

Hindari kebiasaan Tertentu

Memiliki habit /kebiasaan tertentu, adakalanya berpengaruh bagi pasien yang sedang  melakukan pemasangan behel gigi. Adik-adik mungkin punya kebiasaan mengigit pensil atau menggigit kuku. Kebiasaan tersebut perlu segera Adik-adik hentikan sebab selain merusak gigi, juga dapat mengganggu behel gigi yang baru dipasang.

Panduan Memilih makanan

Saran untuk memilih makanan. Mengonsumsi makanan yang kurang tepat bisa merusak behel gigi Adik-adik. Setelah pasang behel, selama beberapa hari, disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang halus dan lunak. Misal makanan yang dapat Adik-adik konsumsi seperti pisang, es krim, nasi, pasta, fish cake, mashed potato, daging lunak, puding, dan jus buah.

Membersihkan Sela-Sela Gigi

Sangat penting sekali bagi Adik-adik untuk menjaga kesehatan gigi. Biasakan menggosok gigi setiap selesai makan untuk menghindari adanya makanan yang terselip di behel gigi. Waktu ideal untuk menggosok gigi adalah 1 (satu) jam setelah selesai makan.

Memakai Benang Gigi (Dental Floss)

Berikut anjuran dan tata cara pemakai benang gigi:

  • Potonglah benang gigi dengan ukuran sekitar 40 cm.
  • Masukan benang gigi ke antara kawat dan gigi.
  • Kaitkan ujung benang gigi dengan jari telunjuk.
  • Masukan benang di belakang behel, selipkan di sisi antar gigi. Geser benang ke atas dan ke bawah dengan lembut. Gerakan benang gigi di sela-sela gigi yang satu dangan sebelahnya, serta di sela-sela gusi dengan gigi.
  • Selanjutnya, lepaskan benang dengan hati-hati/ lembut dari balik kawat. Hati-hati bisa tersangkut di kawat gigi.
  • Pindah ke gigi-gigi berikutnya dan seterusnya.
  • Pastikan Adik-adik menggerakan benang gigi di setiap sisi gigi-gigi agar semua kotoran dapat dibersihkan.
  • Terakhir berkumur untuk membilas gigi geligi yang sudah dibersihkan.

Perlu dicatat bahwa membersihkan gigi dengan dental flossing dapat dilakukan setiap hari. Pemakaian benang gigi juga tidak dapat digantikan fungsinya dengan teknik lain, seperti  gosok gigi atau obat kumur.

Waspada Saat Berolahraga

Apabila Adik-adik memiliki hobby olahraga, sebaiknya menggunakan pelindung mulut saat berolahraga. Tujuannya agar melindungi gigi dan kawat gigi. Khususnya apabila Adik-adik melakukan olahraga kontak yang memiliki risiko tinggi seperti beladiri dll.

Kunjungan Rutin Sesuai Jadwal

Selama adik-adik memakai behel gigi, penting sekali selalu kontrol rutin ke dokter ortodonti sesuai jadwal. Hal ini untuk melihat perkembangan dan memperbaiki kawat gigi yang mulai longgar.

Alternatif tempat Perawatan Gigi (Pasang Behel) di Kota Surabaya
  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.

Baca juga: Behel Gigi Permanan & Lepasan

Demikian info dari Klinik Kawat Gigi Surabaya: Panduan Pasang Behel Atau Kawat Gigi, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Kontak Kami


Dokter Gigi Ortodonti Surabaya

Dokter Gigi Ortodonti Surabaya

“Dokter Gigi Ortodonti Surabaya: Mengenal Resiko Pasang Behel Gigi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Halo, apa kabar adik-adik semuanya? Semangat Pagi!

Pada masa awal adaptasi memakai behel gigi memang menimbulkan rasa nyeri dan ‘ngilu’ yang dapat mengganggu. Rasa nyeri ini diakibatkan oleh pergerakan/pergeseran posisi gigi geligi. Rasa nyeri umumnya muncul setelah behel gigi dikencangkan pada setiap kontrol gigi rutin.

Namun saat ini, teknologi dan bahan yang makin modern membuat pemasangan behel gigi menjadi tidak terasa sakit seperti dulu. Selain hal diatas,  obat-obatan medis pereda rasa nyeri yang dijual bebas dapat membantu meredakan rasa nyeri.

Pemasangan behel gigi merupakan prosedur yang sangat aman apabila dilakukan oleh dokter gigi ortodontis. Walaupun demikian, tetap saja ada risiko, baik resiko jangka pendek maupun jangka panjang yang perlu kita ketahui bersama.

Resiko jangka panjang:

Resiko memendeknya akar gigi yang dapat terjadi akibat gigi bergerak ke arah tertentu, atau akibat tekanan behel. Ukuran akar gigi yang memendek beresiko membuat gigi menjadi tidak terlalu kokoh.

Apabila pasien tidak mentaati instruksi dokter ortodontis  saat behel gigi dilepas, susunan gigi dapat kembali ke posisi semula. Oleh karena itu, kerjasama yang harmonis antara dokter gigi ortodontis dengan pemakai behel gigi perlu dibina sebaik mungkin.

Resiko jangka pendek:

Apa saja resiko jangka pendek? Misalnya sariawan atau iritasi akibat gesekan antara bibir dengan behel gigi. Upaya pengobatan dan preventif, pasien perlu menggunakan obat kumur antiseptik agar dapat menghambat luka menjadi makin parah.

Pemakaian behel gigi dapat membuat proses sikat gigi menjadi lebih sulit karena harus menjangkau sisa-sisa makanan yang terselip di sela gigi. Penumpukan sisa makanan beresiko menyebabkan lubang pada gigi dan sakit gusi.

Baca juga: Persiapan Sebelum Memasang Behel Gigi

Nah adik-adik semuanya, untuk mengurangi resiko akibat pemakaian behel gigi, pastikan Adik-adik untuk menanyakan dan mendapat informasi dari dokter gigi spesialis merapikan gigi (ortodonti) sebelum memasang behel gigi.

Selain itu, setelah behel gigi terpasang, jangan lupa, adik-adik perlu memberikan perhatian ekstra untuk merawat gigi.  Gunakan sikat gigi khusus yang lembut dan rajin-rajinlah memeriksakan gigi sesuai jadwal yang telah disepakati. Segera Hubungi dokter Ortodonti terdekat di Kota Anda.

Demikian info singkat dari Dokter Gigi Ortodonti Surabaya : Resiko Pasang Behel Gigi, semoga informasi singkat ini bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

Salam ceria, senyum indah & sukses selalu,

_____________________________

dokterbehel.com

Follow Instagram: @dokterbehel

Klinik Dokter Spesialis Orthodonti Surabaya

Behel Sistem Damon

Mengenal Lebih Dekat Behel Sistem Damon

“Mengenal Lebih Dekat Behel Gigi Sistem Damon di Surabaya”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Halo apa kabar semua? Semoga adik-adik di masa pandemi Covid-19 ini senantiasa terjaga dan sehat selalu. Yuk kita tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak fisik dan sering mencuci tangan.

Instagram: @dokterbehel

Pada kesempatan kali ini, kami dari tim dokterbehel.com akan berbagi informasi tentang “Behel Gigi dengan Sistem Damon“.

Pada pasien yang memiliki susunan gigi yang kurang rapi/ tidak teratur, tentu memiliki keinginan untuk perawatan gigi. Setelah berkonsultasi dengan dokter ortodonti, salah satu solusinya, seringkali disarankan untuk pemasangan behel gigi.

Namun ada beberapa pasien yang merasa takut memakai behel. Rasa takut yang berlebihan ini membuat banyak pasien memilih membiarkan susunan gigi kurang rapi dan dampaknya justru akan membuat kelainan atau gangguan gigi menjadi berlarut-larut tidak tertangani.

Bagaimana mengatasi masalah ini? Apakah ada teknologi behel lain yang dapat meminimalisir rasa nyeri?

Behel Sistem Damon merupakan salah satu teknologi baru dalam dunia kedokteran gigi.  Sistem behel gigi dengan menggunakan damon diyakini sebagai salah satu sistem yang mampu meminimalkan rasa nyeri pada pasien yang sedang dirawat.

Berikut akan dijelaskan beberapa keunggulan dan kelemahan dari behel damon yang perlu kita ketahui bersama. Informasi ini diharapkan dapat menjadi pembanding dengan behel sistem konvensional yang selama ini banyak digunakan.

Kelebihan & Kelemahan Behel Gigi Sistem Damon
  • Secara umum waktu perawatan dengan menggunakan sistem damon relatif lebih cepat (lebih menghemat waktu) dibandingkan dengan perawatan behel model konvensional.
  • Pada sistem damon, rasa nyeri yang dirasakan pasien, jauh bisa diminimalkan. Pasien akan merasa lebih nyaman dan tidak lagi merasa takut sakit.
  • Adapun waktu kontrol masa perawatan lebih panjang, sebab pada behel sistem damon tidak menggunakan sistem karet, tapi menggunakan sistem kunci. Teknologi yang berbeda.
  • Bentuk braket yang lebih unggul sehingga di mulut pasien terasa jauh lebih nyaman.
  • Ongkos pemasangan sistem damon relatif lebih mahal dibandingkan dengan behel sistem konvensional.
  • Dengan sistem damon, tenaga yang dibutuhkan untuk perawatan pasien sangat minimal namun hasil yang diperoleh justru lebih optimal.
  • Makanan & minuman tidak mudah melekat di behel sistem damon. Mengapa? Karena sistem damon menggunakan arch wire. Kebersihan gigi pasien sistem damon tentu lebih terjaga dibandingkan jika menggunakan behel yang model konvensional.

Pemakaian behel dengan sistem damon saat ini menjadi semakin menarik dan populer. Namun disisi lain, biaya pemasangan memang jauh lebih mahal dibandingkan dengan behel model konvensional.

Baca juga: Percaya Diri dengan Memakai Behel Gigi

Nah, setiap teknologi tentu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Adik-adik diharapkan tidak perlu takut dan ragu-ragu berkonsultasi pada dokter gigi ortodontis yang memahami teknologi sistem damon tersebut.

Demikian penjelasan singkat ini disampaikan, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam senyum ceria & sukses selalu.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ

_________________________

dokterbehel.com

Klinik Dokter Spesialis Orthodonti Surabaya

Kontak Kami

Kata kunci untuk penelusuran: spesialis kawat gigi surabaya / pasang behel gigi surabaya / dokter spesialis behel surabaya / dokter ortodonti surabaya / gigi sehat /kesehatan gigi /prosedur behel gigi / damon system / behel merek damon / braket damon /dokter behel gigi surabaya / braces

Behel gigi dan Lingual braces

Mengenal Jenis-Jenis Behel / Kawat Gigi

“Mengenal Jenis-Jenis Behel / Kawat Gigi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar adik-adik semua? Tetap semangat kan…

Pada kesempatan kali ini, kakak dari tim dokterbehel.com akan sedikit menguraikan jenis-jenis kawat (behel) gigi. Ingin tahu kan? Berikut akan diuraikan jenis konvensional, Jenis Lingual, Jenis Self Ligating, Jenis Clear aligner dan Jenis Alat Headgear.

Jenis Konvensional

Kawat gigi jenis ini terbuat dari logam stainless steel yang dilekatkan pada bagian depan gigi menggunakan bahan/semen khusus. Logam yang telah ditempel pada masing-masing gigi akan dihubungkan dengan karet elastis  dan dengan kawat khusus untuk memberikan tekanan pada gigi. Dengan cara ini,  gigi geligi dapat bergeser ke arah posisi yang diinginkan secara berlahan.

Instagram: @dokterbehel

Bracket konvensional juga ada yang berbahan dasar dari keramik. Bahan keramik ini memiliki tampilan yang lebih baik, warnanya mirip dengan warna gigi. Kawat gigi keramik tidak disarankan pada penderita deep bite (saat menggigit, gigi bagian atas menutupi gigi bawah secara berlebihan)

Jenis Lingual

Kawat gigi lingual (lingual braces) memiliki kemiripan dengan jenis kawat gigi konvensional. Lalu apa yang menbedakan? Perbedaannya adalah letak bracket berada pada sisi dalam gigi. Dengan model ini kawat gigi menjadi tidak terlihat dari luar. Apa saja keterbatasan jenis ini? Beberapa pasien beresiko mengalami perubahan artikulasi suara antara 1-3 bulan setelah pemasangan. Kawat gigi jenis ini juga berisiko terhadap kebersihan gigi dan lidah.

Jenis Self Ligating

Kawat gigi jenis self ligating tidak menggunakan karet elastis. Self ligating memakai klip kecil khusus pada masing-masing bracket. Kelebihan kawat gigi jenis ini, yaitu lebih tahan lama dibandingkan kawat gigi konvensional. Kelebihan lain, self ligating pemakainya juga tidak perlu terlalu sering kontrol ke dokter gigi. Wow… ternyata banyak ya jenis-jenis kawat gigi.

Berikut akan diuraikan alat lain yang bisa digunakan untuk perawatan kelainan susunan gigi ringan:

Jenis Clear aligner

Jenis Clear aligner adalah alat yang dapat dipakai untuk mengatasi kelainan susunan gigi ringan. Clear aligner bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien. Clear aligner sebaiknya dipasang selama 20-22 jam setiap hari dan boleh dilepas pada saat makan atau disaat menggosok gigi.

Baca juga: Mengenal Fungsi & Bagian-Bagian Behel Gigi

Clear aligner berbentuk alat transparan yang menyelimuti seluruh gigi dan tidak begitu terlihat. Meskipun memiliki banyak kelebihan, dari sisi lama perawatan, clear aligner ternyata memerlukan waktu yang lebih lama untuk memperbaiki susunan gigi.

Jenis Alat Headgear

Jenis lain untuk perawatan gangguan susunan gigi adalah headgear. Alat ini unik, memiliki bagian-bagian yang dipasang di luar rongga mulut, misalnya  leher dan kepala. Headgear dapat berfungsi untuk menarik gigi belakang agar bergerak semakin ke belakang, tujuannya agar terdapat ruangan untuk merapikan gigi dan tidak perlu dilakukan cabut gigi. Alat Headgear dipakai antara 8-14 jam setiap hari.

Demikian semoga uraian singkat tentang Mengenal Jenis-Jenis Behel / Kawat Gigi, dapat bermanfaat.

dokterbehel.com


Kontak Kami

Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: jenis kawat gigi, jenis behel gigi, Headgear, Clear aligner, Self Ligating, lingual braces, kawat gigi konvensional, dokter spesialis ortodontik, pasang behel gigi, perawatan ortodontik surabaya

Susunan gigi geligi yang sehat

Susunan gigi geligi yang sehat

“Mengenal Susunan gigi geligi yang sehat”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Semangat pagi Indonesia, Semangat pagi adik-adik…apa kabar semua? Salam dahsyat dan sukses selalu!

Instagram: @dokterbehel

Pada kesempatan kali ini, kami dari tim dokterbehel.com kembali hadir untuk sedikit menguraikan tentang susunan gigi geligi yang sehat.

Apakah gigi geligi kita sehat?

Berbagai literatur menyebutkan bahwa gigi geligi yang sehat adalah yang tumbuh lengkap sesuai dengan perkembangan usia, tidak terdapat lubang, karang gigi atau kelainan gusi.

Gigi geligi yang sehat ukuran dan jumlahnya normal, tersusun rapi, bila dikatupkan antara rahang atas dan rahang bawahnya terdapat hubungan yang harmonis, serta seimbang dengan proporsi ukuran dan bentuk wajah seseorang.

Susunan gigi geligi yang sehat, rapi dan harmonis akan memudahkan seseorang untuk membersihkan dan merawat gigi, akan mengurangi resiko terjadi lubang gigi (karies), radang gusi (periodontitis) dan karang gigi (calculus).

Susunan gigi geligi yang sehat lebih bisa bertahan lama hingga lanjut usia sehingga nampak terlihat lebih muda dibandingkan orang lain yang seusia. Susunan gigi geligi yang sehat akan meringankan kerja sistem pencernaan karena makanan dapat dikunyah dengan baik.

Susunan gigi geligi yang utuh, rapi dapat mengindari pemakaian gigi tiruan atau gigi palsu, sehingga dapat mempertahankan keseimbangan proporsi wajah dan memberikan rasa nyaman saat berkomunikasi dan berekspresi.

Kebiasaan penting yang bermanfaat

Membiasakan diri sendiri untuk melihat susunan gigi geligi diri sendiri dan menyempatkan untuk melihat susunan gigi geligi anggota keluarga merupakan langkah yang sangat penting dan bermanfaat.

Kebiasaan tersebut akan mampu mendeteksi kelainan susunan dan kelainan kesehatan gigi geligi sejak dini.

Kebiasaan ini diharapkan akan menjadikan seseorang memelihara dan merawat gigi geligi sebagaimana mestinya. Alangkan beruntungnya apabila kita memiliki gigi geligi yang tersusun rapi, sehat dan kuat.

Gigi geligi adalah karunia Allah SWT pada manusia yang berperan sangat penting sebagai organ sistem pengunyahan makanan, berkomunikasi dan berekspresi.

Gigi geligi yang sehat dan kuat akan membuat seseorang mampu melumat, memotong,  menghisap dan menelan makanan dengan baik, sehingga makanan dapat diserap sempurna dan menjadi sumber energi untuk berkegiatan yang produktif.

Baca juga: Mengenal Tanda-Tanda Kelainan Gigi

Seseorang yang memiliki gigi geligi teratur, sehat dan kuat akan mempunyai kualitas suara yang baik dan mampu mengucapkan kalimat dengan jelas sehingga memudahkan dan melancarkan proses komunikasi.

Dengan gigi geligi yang teratur sehat dan kuat, seseorang tidak canggung berekpresi seperti tersenyum, tertawa dan bertegur sapa.

Mari kita secara rutin membiasakan untuk melihat kondisi susunan gigi kita…tetap semangat !

Demikian, semoga bermanfaat…

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

_________________________

dokterbehel.com

Kontak Kami

Dokter Spesialis Ortodontis (merapikan gigi), Praktek di Surabaya

Behel Gigi Indonesia

Mitos Pemasangan Behel Gigi

“Mitos Pemasangan Behel Gigi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Semangat pagi, apa kabar Adik2 semua…

Instagram: @dokterbehel

Pada kesempatan kali ini, tim dokterbehel.com akan sedikit menguraikan beberapa mitos terkait perawatan behel gigi, penasaran?  Mari kita baca:

Mitos 1: Gigi yang telah dirawat tidak akan berantakan lagi.

Saat ini masih ada  yang berpendapat bahwa susunan gigi akan selamanya rapih teratur setelah perawatan behel gigi. Namun, faktanya tidak demikian.

Gigi geligi maupun gusi termasuk organ yang konstan bertumbuh semasa muda. Ketika menggunakan behel gigi/ kawat gigi, tekanan kawat menarik gigi yang miring menuju ke tempat seharusnya.

Karena “dipaksa” untuk bergeser, gigi cenderung akan kembali ke tempat semula ketika behel/kawat gigi dilepas.

Oleh karena itu, setelah melepas behel gigi, pasien masih harus tetap menggunakan alat retainer untuk menahan bentuk gigi selama kurang lebih setahun setelah melepas behel gigi.

Setelah dipasang retainer, pasien akan lebih tenang karena posisi gigi yang sudah baik akan dapat dipertahankan.

Mitos 2: Kawat/ behel harus diganti setiap kunjungan ke dokter gigi.

Pemakai behel sudah semestinya kontrol dengan dokter gigi secara rutin beberapa minggu sekali. Dokter gigi akan memeriksa keadaan gigi dan kawat yang digunakan.

Ada persepsi yang keliru terkait penggantikan behel gigi, banyak yang berpikir kalau mengunjungi dokter gigi adalah saatnya untuk mengganti kawat gigi.

Nyatanya, karena jenis kawat yang digunakan saat ini sudah fleksibel, kawat/ behel tidak mudah rusak atau keluar dari gigi. Oleh sebab itu, behel tidak perlu selalu diganti. Cukup diatur dan dikencangkan.

Meskipun demikian, apabila kawat sudah nggak kencang atau keluar dari gigi, tentu saja harus diganti demi alasan kenyamanan, dan kesehatan.

Mitos 3 : Memakai behel berarti harus kuat menahan sakit.

Benar sekali bagi pasien yang pertama kali memakai kawat gigi/ behel gigi, akan merasa kurang nyaman di bagian gigi dan rongga mulut. Bahkan ada yang merasa kesulitan untuk mengunyah makanan keras di awal pemakaian behel gigi.

Selain hal tersebut, tekanan/ tarikan yang dihasilkan dari kawat juga bisa menyebabkan rongga mulut terasa mengganggu dan kurang nyaman. Namun demikian, pengguna behel gigi tidak perlu kuatir, karena ketidak nyamanan ini hanya akan berlangsung sementara.

Mitos 4 : Behel gigi harus ditarik sekencang-kencangnya.

Tarikan kawat/ behel gigi yang terlalu kencang dapat merusak tulang gigi dan bagian sekitarnya.Setiap posisi gigi geligi yang berbeda pasti memerlukan tekanan/ tarikan dan tingkat kekencangan yang berbeda-beda.

Pada gigi yang terlalu miring mungkin membutuhkan tarikan lebih ekstra, sedangkan gigi yang sudah rapi tidak perlu tarikan yang kuat. Tarikan/ tekanan behel yang terlalu kuat juga bisa menyebabkan gigi bergeser ke arah yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Sebelum Memasang Behel Gigi

Demikian, artikel tentang Mitos Pemasangan Behel Gigi . Semoga ini menjadi informasi yang bermanfaat bagi adik-adik yang berencana menggunakan perawatan behel gigi.

Demikian semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ

_____________________

Dokterbehel.com

Kontak Kami