• 08121752022
  • dokterbehel@gmail.com

Blog

Perlukah Memakai Retainer Gigi ?

Perlukah Memakai Retainer Gigi ?

Perlukah Memakai Retainer Gigi ?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Semangat Pagi…

Semoga adik-adik selalu sehat wal afiat semua, Aamiin. Berikut kakak akan menjelasakan manfaat dan pentingnya memakai retainer pasca perawatan behel gigi.

Instagram: @dokterbehel

Pengertian Retainer

Penahan gigi (atau retainer) merupakan alat ortodontik yang berfungsi untuk mempertahankan susunan gigi setelah perawatan dengan behel gigi dinyatakan selesai. Apabila gigi sudah tersusun rapi, dokter ortodontis akan mengganti behel gigi dengan alat penahan gigi (retainer) agar posisi gigi yang sudah rapi tidak berubah.

Baca juga: Manfaat Perawatan Behel / Ortodonti

Fungsi penahan gigi bukan untuk menggerakkan gigi, meratakan gigi, ataupun menggeser gigi. Fungsi penahan gigi atau  retainer adalah untuk menahan/ mempertahankan gigi geligi yang sudah rapi agar tidak kembali pada kondisi semula.

Jenis-jenis Retainer

Berikut ada beberapa jenis dari penahan gigi /retainer, diantaranya adalah :

  • Jenis Fixed Retainer: Fixed Retainer atau Permanent retainer berbentuk kawat / benang fiber yang ditempelkan pada permukaan belakang dari gigi bagian depan. Keunggulan dari fixed retainer, pasien tidak perlu kuatir retainer yang dipakai menjadi hilang. Mengapa? Karena alat ini melekat (fixed) pada gigi.
  • Jenis Hawley Retainer: Merupakan jenis retainer yang paling lawas, bagian depan berbentuk kawat dan bagian belakangnya terbuat dari plastic transparan.
  • Jenis Clear Retainer: Clear retainer warnanya transparan, bentuknya “menyarungi” gigi. Karena bahannya transparan, jadi tidak kelihatan kalau di pakai. Keunggulan retainer jenis ini adalah tidak terlihat sama sekali dari arah depan dan tidak ada plat akrilik menempel di langit- langit mulut.
Mengapa adik-adik perlu memakai retainer?

Beberapa bulan pertama setelah behel gigi dilepas adalah saat-saat di mana gigi geligi kemungkinan besar akan berpindah ke posisi sebelumnya. Nah, agar hal ini tidak terjadi, dokter ortodontis akan menyarankan adik-adik untuk menggunakan penahan gigi atau retainer. Jika hal ini tidak dilakukan, kemungkinan besar adik-adik perlu menggunakan behel gigi lagi. Jadi repot kan?

Secara umum retainer disarankan dipakai 24 jam selama 6 bulan pertama, kemudian di atas enam bulan berikutnya dapat dipakai saat malam hari saja. Berkonsultasilah pada dokter ortodontis, untuk menanyakan jangka waktu pemakaian retainer yang dianjurkan.

Adik-adik jangan lupa untuk membersihkan retainer saat menggosok gigi. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya bau mulut dan mencegah agar tidak ada makanan yang menempel. Setiap hari, retainer harus disikat dan dibersihkan.

Ada kemungkinan adik-adik akan kesulitan membersihkan bagian-bagian yang sulit, hal ini bisa dibantu dengan menggunakan benang gigi yang sudah dirancang khusus untuk penahan gigi/ retainer. Selain itu, adik-adik juga diharapkan minimal seminggu sekali dapat melakukan disinfeksi retainer dengan menggunakan denture cleanser.

Baiklah adik-adik, demikian sekilas info tentang jenis-jenis retainer, pertahankan indah senyummu dan tetap semangat…

Baca Juga: Pentingnya Memakai Retainer Gigi

Demikian penjelasan singkat tentang Perlukah Memakai Retainer Gigi?, semoga membantu adik-adik untuk mendapatkan informasi yang benar.

Salam ceria, sukses & senyum selalu,

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Klinik Dokter Spesialis Orthodonti Surabaya

Kontak Kami


Perlukah Rontgen Gigi Sebelum Perawatan Behel?

Perlukah Rontgen Gigi Sebelum Perawatan Behel?

“Perlukah Rontgen Gigi Sebelum Perawatan Behel?”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar adik-adik semua? Semoga semua senantiasa sehat dan bersamangat membangun prestasi!

Instagram: @dokterbehel

Pada kesempatan ini kakak akan sedikit menjelaskan tentang pentingnya foto rontgen (xray) sebelum perawatan kawat gigi (behel gigi).

Berikut akan diuraikan beberapa tujuan pemeriksaan rontgen.

Tujuan dilakukan melakukan rontgen
  • Memperoleh gambaran yang jelas mengenai posisi gigi geraham bungsu yang miring/impaksi.
  • Memperoleh gambaran yang jelas tentang bentuk dan jumlah akar gigi
  • Mendapatkan gambaran yang jelas tentang gigi yang tidak tumbuh sempurna atau gigi impaksi.
  • Menemukan gigi yang berlubang yang tidak terdeteksi melalui pemeriksaan visual
  • Mendeteksi adanya kelainan pada tulang rahang dalam gusi ataupun yang berupa tumor
  • Hasil rontgen gigi akan membantu dokter gigi untuk mendeteksi berbagai hal yang terkait dengan keadaan infeksi dalam rongga mulut dan sesegera mungkin mengambil tindakan agar penyakitnya tidak bertambah parah.

Secara garis besar untuk mendapatkan hasil perawatan yang maksimal, Pasien ortodonti perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini:

Tahap Pemeriksaan Awal

Pada pemeriksaan awal ini, pasien behel gigi (kawat gigi) perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan bentuk perawatan, hasil perawatan yang diinginkan serta rencana perawatannya.

Dokter gigi ortodonti akan memberikan surat pengantar laboratorium untuk melakukan pemeriksaan foto rontgen. Pemeriksaan rontgen yang akan dilakukan minimal 2 jenis pemeriksaan, yaitu xray cephalo dan xray panoramic. Pemeriksaan laboratorium ini sangat penting untuk mengetahui apakah ada faktor-faktor yang akan menghambat proses perawatan ortodonti (behel gigi).

Dengan foto rontgen akan membantu dokter gigi mengetahui masalah-masalah yang terjadi pada daerah gigi, mulut ataupun rahang. Hasil rontgen mampu menunjukkan lubang gigi yang tersembunyi, bentuk struktur gigi dan juga indikasi pengeroposan tulang yang tidak terlihat saat pemeriksaan visual.

Baca juga: Tahap-Tahap Perawatan Behel Gigi

Dokter  akan menjadwalkan proses perawatan gigi untuk memperbaiki gigi geligi yang bermasalah. Setelah permasalahan gigi bisa diatasi, maka proses perawatan behel akan lebih mudah dilaksanakan.

Demikian penjelasan singkat tentang tujuan dan manfaat pemeriksaan foto rontgen. Jadi adik-adik jangan segan ya apabila disarankan dokter untuk melakukan pemeriksaan laboratorium foto rontgen. Oke semoga info singkat ini bermanfaat, salam ceria dan sukses selalu….

Info Klinik Perawatan Behel Gigi / Ortodonti di Surabaya:
  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.
  • RSIA Kendangsari MERR Surabaya. Jl. Ir Soekarno Hatta no. 2 MERR Surabaya

Demikian penjelasan tentang Perlukah Rontgen Gigi Sebelum Perawatan Behel? Semoga informasi singkat ini dapat bermanfaat.

Salam senyum indah & tetap semangat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

___________________________________

dokterbehel.com

Klinik Dokter Gigi Spesialis Ortodonti di Kota Surabaya

Kontak Kami


Kata kunci untuk memudahkan penelusuran: klinik pemasangan behel gigi, klinik dokter gigi, tempat praktek dokter gigi ortodonti, photo rontgen behel gigi, photo xray dental, foto Rontgen Gigi Panoramic & Cephalometric


Mengenal Piranti Behel Gigi

Mengenal Piranti Behel Gigi

“Mengenal Piranti Behel Gigi”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar Adik-adik semua? Sehat & Tetap Semangat!

Dalam dekade dewasa ini, perawatan ortodonti atau perawatan behel gigi, menjadi menarik perhatian banyak kalangan. Anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua, datang ke klinik ortodonti untuk mencari informasi terkait problem kesehatan gigi mereka dan alternatif layanan ortodonti yang dapat dilakukan.

Instagram: @dokterbehel

Pasien yang datang memiliki masalah pada giginya, antara lain bentuk susunan geligi yang tidak teratur, berjejal, ada pula yang datang dengan kasus gigi tonggos, maupun kasus gigi cakil.

Uniknya, ada pula pasien yang datang tanpa  keluhan atau tanpa ada masalah khusus pada giginya. Mereka hanya ingin ikut-ikutan ‘dipasangkan behel gigi’. Ada banyak alasan, mulai dari ingin memperbaiki susunan gigi geligi menjadi lebih rapi  dan tertata baik, ingin meningkatkan kualitas fungsi kunyah dan bicara, sampai pada keinginan meningkatkan status sosial, fashion, penampilan dan rasa percaya diri. Berikut beberapa informasi singkat tentang piranti ortodonti:

Mengenal Piranti cekat 

Baca juga: Sebelum Memasang Behel Gigi

Piranti cekat atau dalam bahasa asing dikenal  sebagai fixed appliance, adalah piranti ortodonti yang semua pirantinya seperti braket (braces) dan cincin gigi geraham (band molar) dilekatkan pada gigi geligi. Kawat panjang (busur gigi) yang mengelilingi geligi, diikatkan pada braket (braces) dengan bantuan karet kecil warna-warni.

Piranti cekat punya banyak keunggulan, seperti kemampuan menggerakkan geligi ke berbagai arah, mampu memberikan gaya (tekanan) yang bisa disesuaikan dengan kondisi gigi geligi pasien. Hal yang perlu diperhatikan dari piranti ini yakni soal pemeliharaan kesehatan, kebersihan mulut serta jaringan penyangga gigi.

Karena piranti cekat ini berada 24 jam di dalam rongga mulut, maka perlu perhatian khusus pada kesehatan mulut. Bahan piranti cekat yang dapat digunakan sangat beragam, ada yang terbuat dari bahan plastik transparan, logam atau keramik sewarna gigi yang bersifat estetik.

Saat ini, telah berkembang pula teknik ortodonti dengan cara melekatkan behel di bagian belakang gigi sehingga piranti cekat tersebut tersembunyi, tidak terlihat dari arah depan. Teknik baru ini dikenal sebagai lingual orthodontics. Dari sekian banyak piranti ortodonti yang ada, piranti cekat merupakan piranti yang paling populer (paling banyak dipakai).

Mengenal Piranti lepasan

Apa yang dimaksud dengan piranti lepasan? Piranti lepasan adalah alat ortodonti yang dapat dipasang dan dilepas/dicopot sendiri oleh pasien. Piranti lepasan berbentuk semacam basis akrilik. Pada basis akrilik tersebut akan ditanam kawat-kawat yang bisa diaktifkan, yang berfungsi untuk menarik atau menggerakkan gigi geligi tertentu.

Karena bisa dilepas, keberhasilannya perawat dengan metode ini sangat bergantung lamanya waktu pemakaian alat tersebut. Apabila sering dicopot, perubahan gigi geligi yang diinginkan akan lebih sulit dan berlangsung lebih lama.

Piranti lepasan juga punya keterbatasan, biasanya hanya mampu menggerakkan bagian mahkota gigi saja. Piranti ini kurang efektif apabila bertujuan menggerakkan posisi gigi secara keseluruhan dari mahkota hingga akar gigi.

Piranti jenis lepasan cukup efektif untuk gerakan gigi yang sederhana, atau dapat sebagai piranti perawatan pasif (retainer) setelah perawatan dengan piranti cekat selesai dilakukan.

Mengenal Piranti fungsional

Apakah piranti fungsional itu? Piranti fungsional merupakan piranti lepasan yang dirancang untuk melakukan koreksi terhadap gigi dan rahang seperti gigi cakil (struktur rahang bawah lebih maju dibanding rahang atas) atau gigi tonggos (struktur rahang bawah lebih mundur dibanding rahang atas). Perawatan ini cukup efektif apabila dilakukan pada pasien usia masa pertumbuhan.

Baca juga: Manfaat dan Resiko Dari Menggunakan Behel Gigi

Bentuk piranti fungsional ini juga bervariasi, umumnya dipakai untuk mengarahkan gaya dari otot-otot mulut sehingga dapat menggerakkan gigi dan rahang ke posisi yang diinginkan. Keberhasilan perawatan piranti jenis ini juga sangat bergantung pada seberapa sering dan lamanya alat ini digunakan.

Demikian penjelasan singkat tentang “Mengenal Piranti Behel Gigi” ini kami disampaikan, semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Salam ceria & sukses selalu,

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Klinik Dokter Spesialis Orthodonti Surabaya

Kontak Kami


Kata kunci untuk penelusuran: dokter kawat gigi Surabaya / klinik dokter behel surabaya / klinik spesialis kawat gigi surabaya / info pasang behel gigi surabaya / dokter spesialis behel surabaya / pasang behel surabaya /info behel gigi surabaya / alamat dokter ortodonti surabaya / gigi sehat

Kesehatan gigi dan rongga mulut

Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

“Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar adik-adik semua? Semoga sehat selalu ya…

Kali ini kakak akan menjelaskan sekilas dampak kesehatan gigi dan mulut bagi bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Instagram: @dokterbehel

Bukti penelitian menunjukkan bahwa kesehatan gigi dan mulut yang buruk akan menyebabkan berbagai komplikasi penyakit berbahaya. Gigi dan mulut adalah panca indra penting yang perlu diutamakan, perlu bersungguh sungguh dalam perawatannya.

Cara praktis untuk tetap bugar & sehat adalah dengan makan makanan yang sehat dan bergizi. Kita perlu tidur cukup, perbanyak minum air putih, olahraga secara teratur, dan hindari stress menekan. Dengan perilaku sehat seperti diuraikan diatas, InsyaAllah kesehatan fisik & mental akan tetap terjaga.

Rongga mulut adalah salah satu pintu masuk berbagai bakteri penyebab penyakit, baik aerob maupun anaerob. Bakteri-bakteri pada rongga mulut tentu saja dapat menyebar melalui aliran darah, yang disebut dengan istilah bakteremia.

Apabila kesehatan rongga mulut kita terjaga dengan baik, bakteri-bakteri  yang masuk ke dalam aliran darah hanya sedikit dan tidak membahayakan kesehatan kita. Apabila kesehatan rongga mulut kita tidak dalam keadaan sehat, tentu saja jumlah bakteri yang akan masuk ke dalam aliran darah meningkat menjadi dua hingga sepuluh kali lipat. Kondisi ini akan meningkatkan peluang terjadinya bakteremia menjadi lebih besar dan membahayakan kesehatan kita.

Baca juga: Tips Merawat Gigi Berbehel

Bakteri-bakteri juga dapat mencapai tingkat yang menyebabkan terjadinya infeksi mulut, misalnya kerusakan gigi atau penyakit gusi. Dalam teori fokal infeksi menjelasakan bahwa infeksi pada rongga mulut dapat terjadi tiga penyakit sistemik, seperti penyakit aterosklerosis, kardiovaskuler dan diabetes mellitus.

Dampak kesehatan gigi dan mulut

Berikut beberapa penyakit yang dapat terjadi akibat kesehatan gigi dan mulut:

  • Peradangan bagian dalam jantung, sering disebut endokarditis. Gangguan ini disebabkan adanya bakteri dalam mulut yang terbawa aliran darah melewati gusi yang berdarah.
  • Penyakit gusi, walaupun ringan dapat menjadi lebih buruk keadaannya jika tidak diobati dengan benar. Penyakit periodontal / penyakit gusi dapat menyebabkan, infeksi, hilangnya gigi dan komplikasi-komplikasi gigi yang lain.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut:

  • Kontrol kesehatan gigi dan mulut secara rutin minimal enam bulan sekali ke dokter gigi
  • Hindari kebiasaan merokok
  • Menggosok gigi secara rutin dan benar minimal dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride
  • Konsumsi makanan yang sehat, hindari makanan yang mengandung asam / manis secara berlebihan
  • Mengganti sikat gigi yang rusak minimal tiga atau empat bulan sekali. Pakai sikat gigi yang baik.
  • Apabila memiliki gigi yang kurang rapi dan mengganggu fungsi mengunyahan, maka disarankan berkonsultasi pada dokter gigi ahli ortodonti (spesialis behel gigi/ merapikan gigi).

Kesehatan gigi yang paripurna dihasilkan dari perawatan gigi sehari-hari yang tepat,  diawali dari menggosok gigi dan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali.

Baca juga: Penyakit Kesehatan Gigi

Demikian, semoga kita sehat selalu dan berbahagia. Aamiin. Semoga artkel singkat tentang Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut ini, dapat bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Dokter Spesialis Pemasangan Behel Gigi di Surabaya

Kontak Kami


Merapikan Gigi Dengan Invisalign

Merapikan Gigi Dengan Invisalign

“Merapikan Gigi Dengan Invisalign”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar Adik-adik semua? Tetap semangat ya! Pada kesempatan kali ini kakak akan sedikit menguraikan tentang alat ortodonti yang bernama Invisalign.

Instagram: @dokterbehel

Meskipin berfungsi sama, behel gigi dan invisalign memiliki sistem kerja yang cukup berbeda. Mekanisme kerja behel gigi melalui proses menarik gigi ke posisi yang benar dengan bahan kawat. Sedangkan mekanisme kerja invisalign dengan cara melapisi gigi untuk mengubah posisi dan sekaligus meratakan/merapikan gigi geligi. Metode merapikan gigi seperti ini dapat diaplikasikan pada semua jenjang usia, khususnya bagi adik-adik yang ingin praktis, mudah, tidak mau repot dengan behel atau kawat gigi.

Sebelum memutuskan memakai invisalign, adik-adik perlu menjalani pemeriksaan kondisi gigi terlebih dahulu dan melihat seberapa efektif perawatannya. Apabila adik-adik diijinkan dokter memakai invisalign, perawatannya dapat memerlukan waktu enam bulan atau sampai satu tahun, bergantung bagaimana gigi awal sebelum dilakukan  perawatan.

Baca juga: Percaya Diri dengan Memakai Behel Gigi

Meskipun alat invisalign berwarna transparan (tidak terlihat), pada awal pemakaian invisalign, akan terasa tidak nyaman dan aneh dimulut. Sering terjadi diawal pemakaian invisalign, adik-adik akan merasa kesulitan berbicara. Namun jangan kuatir, gangguan diatas secara berlahan akan hilang karena rongga mulut adik-adik akan dengan mudah beradaptasi.

Sebelum memutuskan memakai Invisalign, penting diketahui:

Kondisi gigi yang cocok untuk penggunaan invisalign

Invisalign dapat digunakan untuk kasus seperti gigi bengkok, gigi kecil di atas, di bawah, atau pada celah. Untuk kasus ukuran gigi yang terlalu besar, tidak dianjurkan memakai invisalign, akan lebih maksimal jika perawatan memakai kawat/behel gigi. Perawatan pada kasus-kasus berikut tidak dianjurkan menggunakan invisalign:

  • Kasus ekstrusi gigi (gigi yang keluar dari alveolus, akarnya mengikuti mahkota gigi)
  • Kondisi gigi geligi yang terlalu rapat lebih dari 5 milimeter
  • Apabila gigi geligi berujung tajam lebih dari 45 derajat
Cara membersihkan Invisalign

Sisa-sisa makanan yang terselip di gigi geligi dapat membuat bahan invisalign berubah warna. Warna akan menjadi kekuningan dan dapat mengganggu estetika. Membersihkan invisalign lebih baik menggunakan sikat gigi, sabun antibakteri dan air mengalir. Jangan membersihkan dengan pasta gigi. Pasta gigi mengandung bahan kasar yang dapat menyebabkan penumpukan bau tidak sedap pada rongga mulut.

Cara pemakaian invisalign

Invisalign merupakan alat/piranti  dari bahan plastik yang bisa lepas pasang. Namun demikian, tentu saja ada aturan dan prosedur penggunaannya. Agar efektif , invisalign minimal dipakai 20 sampai 22 jam sehari.

Disaat makan, adik-adik harus melepasnya alat invisalign, demikian juga disaat minum minuman yang panas atau bergula,  terlebih lagi disaat membersihkan gigi.

Rutin membersihkan gigi

Pemakaian invisalign mengharuskan Adik-adik untuk sering memerhatikan kebersihan gigi dan rongga mulut. Alat invisalign membuat segala jenis makanan mudah untuk tersangkut dan menempel pada sela-sela gigi geligi. Bila kondisi ini dibiarkan akan membuat kuman penyakit mudah datang. Oleh sebab itu Adik-adik harus rajin membersihkan gigi minimal dua kali sehari, disaat sesudah makan dan sebelum tidur.

Demikian sekilas penjelasan tentang alat Invisalign, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Ortodontis, Praktek di Surabaya

Kontak Kami


Kata kunci untuk penelusuran: dokter kawat gigi surabaya / dokter behel surabaya / spesialis kawat gigi surabaya / pasang behel gigi surabaya / dokter spesialis behel surabaya / pasang behel surabaya

Perawatan Behel Memiliki Risiko, Benarkah?

Perawatan Behel Memiliki Risiko, Benarkah?

“Perawatan Behel Memiliki Risiko, Benarkah”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar adik-adik semua?

Tetap happy, tetap optimis & tetap bersemangat! Salam senyum ceria…

Kali ini, kakak dari tim dokterbehel.com kembali hadir untuk sedikit berbagi informasi tentang berbagai resiko dalam perawatan behel/kawat gigi.

Instagram: @dokterbehel

Apabila Adik-adik melakukan pemasangan behel/kawat gigi di tempat yang benar maka risiko yang terjadi  akan semakin kecil. Dokter gigi spesialis merapikan gigi disebut Ortodontis. Berikut akan diuraikan beberapa resiko dalam berawatan ortodonti:

Resiko Pemendekan akar gigi

Saat Adik-adik menggunakan kawat/behel gigi, beberapa gigi akan bergerak ke arah tekanan kawat. Beberapa lama kemudian, beberapa tulang gigi yang lama akan tergantikan oleh tulang gigi yang baru, dan panjang akar gigi dapat berkurang secara permanen yang pada akhirnya menyebabkan gigi mudah goyang. Dokter ortodonti akan mengendalikan resiko tersebut sehingga dapat di kontrol dengan baik.

Resiko Penumpukan plak

Pemakaian behel /kawat gigi dapat membuat adanya celah pada gigi. Dengan adanya celah pada gigi maka sisa-sisa makanan dapat masuk ke dalamnya. Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi dapat menimbulkan penumpukan plak yang mengandung bakteri/kuman. Penumpukan plak pada cela gigi yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi lainnya.

Resiko munculnya rasa nyeri

Rasa nyeri gigi yang dialami setiap pasien dapat berbeda-beda. Pasien perawatan ortodonti mungkin akan merasi gigi mereka sedikit sakit, menjadi longgar, atau kurang memiliki tenaga untuk menggigit pada hari-hari pertama. Bagian tertentu dari behel /kawat gigi dapat menggesek pipi, bibir, atau lidah sehingga menyebabkan rasa sakit. Pada beberapa pasien ada orang yang mengalami keluhan sariawan, peningkatan air liur dan sedikit gangguan untuk berbicara (olah vocal).

Resiko Cedera Mulut

Karena letak behel gigi menutupi gigi Adik-adik, maka ada potensi benturan atau pukulan yang mengenai mulut. Bila hal ini terjadi dapat menggores bagian dalam bibir atau pipi adik-adik. Kondisi bracket yang longgar / rusak dapat menggores atau mengiritasi gusi, pipi, atau bagian bibir. Untuk itu perlu dilakukan kebiasan makan yang benar. Mintalah saran dokter gigi mengenai kebiasaan makan yang benar.

Resiko Bakteri dan Kuman

Berawatan behel gigi, harus didukung dengan sikap tertib dan disiplin dalam membersihkan gigi. Bila adik-adik tidak cukup rajin menyikat gigi dan tidak rajin memakai obat kumur, maka kuman & bakteri akan lebih mudah berkembang biak. Apabila kawat /behel gigi tidak dilepas untuk jangka waktu lama akan membuat kuman mudah terselip di sela-sela behel gigi dan karetnya.

Apabila pasien memasangan behel tidak pada dokter ahli, maka akan ada resiko.  Berikut adalah sejumlah risiko yang dapat muncul, diantaranya:

Resiko Infeksi gusi.

Pemasangan behel pada orang yang bukan ahlinya juga dapat beresiko menyebabkan infeksi pada gusi. Infeksi pada gusi dapat beresiko menjalar sampai ke jaringan di bawahnya, yaitu tulang pendukung gigi. Dapat menyebabkan pembengkakan, bau mulut, gigi berlubang, dan luka pada jaringan sekitar. Pada beberapa kasus tertentu, bilamana kerusakan yang ditimbulkan cukup parah, maka infeksi ini tidak hanya mengganggu kesehatan rongga mulut tetapi bisa menyebar mengganggu organ-organ tubuh lainnya.

Resiko Gigi goyang

Gigi goyang pada orang dewasa umumnya disebabkan oleh periodontitis. Periodontitis adalah bentuk radang gusi yang disebabkan oleh infeksi. Peradangan ini menyebabkan kerusakan pada jaringan halus dan tulang yang menyokong gigi. BIla terjadi kerusakan gigi, tentu akan memerlukan perawatan khusus. Konsultasikan pada dokter gigi terdekat di kota Anda.

Baca juga: Behel Gigi: Aman, namun tetap ada resikonya

Demikian, semoga informasi tentang “Perawatan Behel Juga Memiliki Risiko” ini dapat bermanfaat.

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ


dokterbehel.com

Klinik Dokter Gigi Spesialis Ortodonti di Kota Surabaya

Kontak Kami


Kata kunci untuk penelusuran: dokter kawat gigi Surabaya / dokter ortodonti surabaya / spesialis orthodonti surabaya / pasang behel gigi surabaya / dokter spesialis behel surabaya / pasang behel surabaya / ortodontis surabaya / orthodonti surabaya / gigi sehat / klinik ortodonti surabaya /

Manfaat Perawatan Behel / Ortodonti

Manfaat Perawatan Behel / Ortodonti

“Manfaat Perawatan Behel / Ortodonti”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Orthodontic (ortodonti) merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang secara khusus mempelajari  diagnosis, pencegahan dan perawatan ketidakteraturan atau ketidak harmonisan gigi & wajah.

Instagram: @dokterbehel

Perawatan ortodonti yang bertujuan merapikan gigi geligi dapat menggunakan kawat gigi atau yang sering disebut dengan “behel gigi”. Perawatan ortodonti juga bertujuan untuk memperbaiki kesehatan rongga mulut, estetika wajah, fungsi kunyah, susunan gigi geligi dan fungsi bicara.

SETELAH PERAWATAN ORTODONTI, APAKAH SUSUNAN GIGI DAPAT KEMBALI KE LETAK SEMULA?

Pasca perawatan ortodonti (kawat gigi / behel) selesai biasanya dipasang alat yang disebut “retainer”. Alat ini berfungsi untuk mempertahankan posisi gigi yang sudah baik agar tidak kembali pada posisi semula (disebut relaps).

Berapa lama pemakaian retainer? Lama pemakaian retainer sekitar 6 bulan – 1 tahun atau bisa juga lebih lama tergantung kasus yang terjadi. Gigi geligi yang telah rapi sesudah perawatan ortodonti dapat kembali seperti semula apabila pasien tidak rajin memakai retainer atau pasien tidak mengikuti cara pemakaian yang dianjurkan oleh Dokter Ortodontis yang menangani.

BERAPA LAMA WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK PERAWATAN ORTODONTI?

Tidak ada ketentuan baku tentang waktu perawatan. Lama perawatan ortodonti tergantung pada kasus kelainan gigi yang terjadi. Apabila kasusnya tidak parah/berat  rata-rata perawatan diperkirakan sekitar 1-2 tahun, tetapi pada kasus yang parah/berat bisa lebih lama perawatannya. Selain hal diatas,  ketaatan pasien untuk kontrol rutin dan mengikuti panduan  yang  telah diberikan juga mempengaruhi pada lamanya perawatan ortodonti.

KAPAN WAKTU YANG TEPAT UNTUK PERAWATAN ORTODONTI?

Banyak pertanyaan tentang hal ini. Konsultasi awal disarankan pada usia kurang lebih 7 tahun. Ada anggapan keliru yang mengatakan bahwa gigi permanen harus tumbuh semua untuk bisa dirawat ortodonti. Faktanya, ada kasus-kasus gigi tertentu yang perawatannya disarankan sedini mungkin karena memanfaatkan faktor pertumbuhan. Tentu hal ini akan lebih efektif.

Berikut contoh beberapa kebiasaan jelek pada anak-anak / remaja yang harus segera dihentikan, antara lain:

  • Kebiasaan menggigit kuku atau pensil yang berdampak menyebabkan gigi bergeser maju.
  • Kebiasaan mengisap ibu jari dan bibir bawah yang dapat menyebabkan gigi tongos.
  • Kebiasaan bernafas melalui mulut, dan lain-lain.

Perawatan ortodonti (kawat gigi / behel) dapat dilakukan pada usia berapapun asalkan jaringan penyangga gigi geligi sehat dan posisi gigi tidak goyang.

BAHAN ORTODONTI ADA BERAPA JENIS?

Ada beberapa bahan atau material yang biasa digunakan dalam perawatan ortodonti. Bujet/ anggaran pasien juga dapat dipertimbangkan dalam menentukan material yang dipilih. Dimulai dari bahan metal sampai keramik dan dengan tingkat estetika yang berbeda-beda. Konsultasikan jenis material yang sesuai pada dokter gigi spesialis ortodonti terdekat.

SELAMA PERAWATAN ORTODONTI, APA SAJA YANG MESTI DILAKUKAN?
  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut.
  • Menjaga pola makan. (makanan yang keras/ besar dipotong kecil-kecil dulu)
  • Menghindari makanan yang lengket dan keras. (seperti permen karet, dodol, kripik)
  • Kontrol rutin sesuai jadwal untuk menghindari efek samping perawatan.

Demikian penjelasan singkat terkait pengertian, manfaat dan plus-minus perawatan ortodonti. Bagi adik-adik yang masih bingung /ragu-ragu untuk memulai perawatan ortodonti, jangan segan untuk berkonsultasi pada dokter gigi spesialis ortodonti terdekat.

Baca juga: Panduan Perawatan Pemakai Behel

Demikian sekilas informasi tentang “Manfaat Perawatan Behel / Ortodonti”, semoga bermanfaat.

Salam sukses dan tetap seria,

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Dokterbehel.com

Praktek Dokter Gigi di Surabaya

Kontak Kami


Kata kunci untuk penelusuran: jenis behel gigi, behel gigi gingsul, behel gigi transparan, manfaat behel gigi, harga behel gigi asli, behel gigi damon, cara memasang behel di dokter, daftar harga behel gigi, behel metal, harga pasang behel di ahli gigi, dokter behel gigi di surabaya

Tahap tahap sebelum pemasangan behel gigi

Pasang Behel Gigi di Kota Surabaya

“Pasang Behel Gigi di Kota Surabaya”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Halo apa kabar adik-adik semua? Berikut kakak dari tim dokterbehel.com kembali akan mengulas  hal-hal yang perlu diketahui sebelum memasang kawat gigi. Ingin tahu kan? Yuk kita baca sampai selesai…


Follow Instagram @dokterbehel


Bila adik-adik  ingin pasang kawat gigi (behel gigi), langkah awal yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi ke dokter gigi (ortodontis) terlebih dahulu. Ortodontis adalah dokter gigi yang sudah mengambil spesialis khusus di bidang ortodonti. Ortodonti adalah bidang kedokteran gigi yang khusus mempelajari tentang estetika posisi gigi, rahang, dan wajah.

Pemeriksaan kondisi gigi-geligi

Ortodontis akan memeriksa kondisi rongga mulut Adik-adik secara keseluruhan. Selanjutnya menentukan kebutuhan kondisi tersebut, memikirkan langkah-langkah perawatan yang terbaik.

Ortodontis akan memeriksa riwayat kesehatan pasien, selanjutnya menjelaskan pada adik-adik hal-hal yang perlu diketahui secara detail. Ortodontis akan menguraikan proses perawatan behel (kawat) gigi, dari awal perawatan hingga akhir kegiatan perawatan.

Foto rontgen apakah diperlukan?

Setelah Ortodontis melakukan pemeriksaan awal, dokter akan meminta Adik-adik untuk foto rontgen jenis panoramik maupun jenis cephalometri. Dari hasil foto tersebut akan diketahui susunan gigi-geligi, bentuk akar gigi serta bentuk tulang rahang, secara lebih detail.

Tahap Pencetakan gigi

Mungkin adik-adik bertanya untuk apa dilakukan pencetakan gigi? Pencetakan gigi berfungsi untuk membuat replika susunan gigi rahang atas dan rahang bawah. Dokter Ortodontis akan mempelajari replika tersebut, mempelajari cara adik-adik menggigit cetakan tersebut.

Baca juga: Prosedur Pemasangan Kawat / Behel Gigi

Dengan replika dan hasil foto rontgen tersebut, ortodontis akan menghitung jarak penggeseran gigi, dan menentukan gigi-gigi mana yang harus digeser. Proses ini juga untuk menentukan gigi mana yang perlu dicabut (jika diperlukan). Tujuan pencabutan gigi untuk memberikan ruang gerak, sehingga gigi-geligi dapat digeser kearah yang diinginkan.

Proses Pencabutan gigi (bila diperlukan)

Bila tidak terdapat ruang yang cukup untuk proses bergesernya gigi, maka ortodontis akan mempertimbangkan pencabutan beberapa gigi. Tidak semua perawatan behel (kawat) gigi memerlukan pencabutan gigi, tergantung kondisi gigi geligi yang ada.

Tahap Pemasangan behel (kawat) gigi

Setelah semua proses diatas telah dilalui, tahap selanjutnya adalah proses pemasangan kawat gigi. Dokter ortodontis akan menempatkan satu per satu komponen kawat gigi di permukaan gigi. Untuk proses ini dokter dapat menggunakan lem khusus.

Berapa lama proses ini? Jangka waktu proses pemeriksaan awal hingga pemasangan behel (kawat) gigi, biasanya memerlukan waktu antara 1-2 minggu. Jangka waktu ini tentu dapat berbeda-beda, tergantung dari kondisi gigi pasien, kebijakan dokter, maupun jadwal kunjungan pasien.

Berikut info klinik gigi Pemasangan Behel Gigi (Perawatan Ortodonti) oleh dokter gigi Spesialis:

  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.
  • RSIA Kendangsari MERR Surabaya. Jl. Ir Soekarno Hatta no. 2 Merr Surabaya

Demikian uraian singkat tentang Pasang Behel Gigi di Kota Surabaya, semoga bermanfaat.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


Ingin berkonsultasi tenang perawatan behel?

Kontak Kami


Pasang Behel di Surabaya, Tips Sehat

Pasang Behel di Surabaya, Tips Sehat

“Pasang Behel di Surabaya, Tips Sehat”

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar Adik-adik semua, semoga senatiasa sehat dan tetap bersemangat…

Instagram: @dokterbehel

Pada kesempatan kali ini, kakak akan menguraikan tips sehat dalam perawatan menggunakan behel gigi.

Apakah adik-adik seorang pemakai behel gigi atau kawat gigi? Jika menjawab ya, maka Adik-adik disarankan untuk menyimak tips-tips berikut ini. Ingat, menjalani kehidupan sehari-hari dengan behel / kawat gigi tidak sulit, kok! Inilah tipsnya:

Hindari kebiasaan buruk:

Kita mungkin punya kebiasaan menggigit kuku atau menggigit pensil atau menggigit benda keras lainnya. Kebiasaan buruk tersebut tentu harus kita hentikan. Kebiasaan buruk tersebut selain merusak gigi kita, dapat pula merusak behel / kawat gigi yang baru terpasang.

Waspada dalam memilih makanan:

Jenis makanan yang tidak tepat dapat merusak kawat gigi / behel gigi. Setelah behel dipasang, selama beberapa hari pertama, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi jenis makanan yang lunak dan lembut. Makanan harap dipotong kecil-kecil agar lebih mudah untuk dikunyah. Contoh makanan yang dapat dikonsumsi antara lain adalah seperti pisang, puding, nasi, pasta, fish cake, mashed potato, daging yang dimasak lunak, es krim, dan buah yang dijus.

Baca juga: Tips Perawatan Gigi Bagi Pemakai Behel

Beberapa makanan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi yakni makanan yang kenyal, lengket, keras dan perlu digigit. Beberapa makanan yang harus dihindari adalah kacang, apel, permen karamel, dan permen karet. Permen karet tidak dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat melekat pada behel gigi.

Waspada saat olahraga:

Bagi atlet atau yang memiliki hobi olahraga. Pakailah pelindung mulut setiap berolahraga untuk melindungi gigi dan behel gigi kita. Apabila menggunakan kawat gigi yang dapat dilepas, sebaiknya saat berolah raga yang beresiko, kawat gigi tersebut dilepas.

Bersihkan sela-sela kawat gigi setelah selesai makan:

Penting bagi kita untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Sikat gigi setiap selesai makan untuk menghindari adanya makanan yang terselip di behel gigi. Waktu yang baik untuk gosok gigi adalah 1 jam setelah selesai makan.

Kontrol rutin ke Dokter Gigi Ortodonti:

Kontrol rutin ke dokter gigi untuk melihat perkembangan hasil perawatan dan memperbaiki behel gigi yang mulai longgar. Dianjurkan untuk kontrol sesuai nasehat dokter, biasanya setiap 3-10 minggu tergantung dari jenis kawat gigi yang dipakai.

Baca juga: Memilih Behel Gigi

Info Klinik untuk Pasang Behel Gigi di Surabaya:
  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.
  • RSIA Kendangsari MERR Surabaya. Jl. Ir Soekarno Hatta no. 2 Merr Surabaya

Demikian artikel tentang “Pasang Behel di Surabaya, Tips Sehat“, semoga informasi singkat ini bermanfaat.

Salam senyum ceria, senyum tulus & sukses selalu.

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Klinik Dokter Spesialis Orthodonti Surabaya

Kontak Kami


Klinik ortodonti pasang behel gigi

Behel Gigi & Rasa Nyeri, Bagaimana Mengatasinya?

Behel Gigi & Rasa Nyeri, Bagaimana Mengatasinya?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apa kabar adik-adik semua…tetap semangat ya!

Kali ini kami akan mengulas bagaimana dapat berkawan dengan behel gigi. Seperti kita ketahui, menggunakan behel gigi memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, salah satunya membantu merapikan & meratakan posisi gigi geligi. Namun, masih ada sebagian adik-adik yang merasa takut ketika akan memakai behel gigi. Nah untuk kasus ini, bagaimana cara mengatasinya?  Ikuti ulasan berikut ini…

Cara berkawan dengan behel gigi

Pemakaian behel gigi atau kawat gigi, tentu akan mengakibatkan rasa nyeri terutama pada awal penggunaan. Rasa nyeri ini lebih terasa pada pengguna behel gigi jenis yang permanen, dibandingkan kawat gigi yang dapat dilepas.

Instagram: @dokterbehel

Adik-adik tidak perlu khawatir berlebihan ketika dokter ortodonti menyarankan untuk menggunakan behel gigi. Dengan bimbingan dan saran profesional dari dokter ortodonti, rasa nyeri akibat penggunaan behel gigi akan dapat dikurangi.

Apa penyebab Rasa Nyeri?

Sebuah penelitian menjelaskan bahwa kemungkinan rasa sakit atau tidak nyaman itu disebabkan adanya perubahan dalam aliran darah pada gigi akibat tekanan/ tarikan dari pemasangan behel gigi. Disamping itu, gesekan bahan behel gigi dan instrumen pelengkapnya dengan jaringan lembut di dalam mulut bisa menyebabkan rasa nyeri/sakit. Rasa sakit tersebut tidak berlangsung lama, dalam perjalanan waktu, jaringan tersebut akan beradaptasi  sehingga pengguna behel gigi dengan cepat akan kembali merasa lebih nyaman, tidak lagi terasa sakit.

Cara Mengurangi Rasa Sakit

Bagaimana cara mengurangi rasa sakit? Berikut berapa hal yang dapat dilakukan:

  1. Dalam beberapa minggu pertama saat pemakaian behel gigi, Adik-adik dapat menggunakan lilin ortodonti atau sering disebut orthodontic wax. Lilin ortodonti ini sangat membantu untuk menghindari luka. Gunakan lilin ortodonti ketika Adik-adik merasa nyeri atau linu. Untuk cara pemakaian lilin ortodonti, konsultasikan pada dokter gigi ortodonti yang merawat adik-adik.
  2. Hindari makanan atau minuman yang asam. Kandungan sitrus di dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi dapat memperburuk kondisi luka pada mulut serta memicu rasa sakit.
  3. Hindari mengkonsumsi makanan keras atau lengket karena dapat merusak behel gigi sekaligus menyebabkan iritasi dalam rongga mulut.
  4. Hindari kebiasaan menggigit benda-benda yang keras seperti pensil, bolpen, es batu dan sejenisnya.
  5. Mengunyah permen karet dapat meningkatkan aliran darah mulut dan gusi, hal ini dapat membantu meringankan rasa tidak nyaman dalam rongga mulut.
  6. Pilih makanan lunak selama beberapa hari pertama setelah penggunaan behel gigi. Rasa sakit pada awal pemakaian behel terutama akan dirasakan pada hari pertama sampai ketiga.
  7. Minuman dingin seperti es krim bisa memberikan rasa kebal pada rongga mulut yang dapat mengurangi rasa sakit. Menempelkan es batu pada area yang terasa nyeri, juga dapat mengurangi rasa tidak nyaman.
  8. Masih merasa nyeri? Jangan kuatir, Adik-adik juga bisa berkonsultasi pada dokter untuk mendapatkan obat-obatan pereda nyeri.
Info Klinik Pemasangan Behel Gigi:
  • RS. Muhammadiyah Siti Khodijah. Jl. Raya Pahlawan 260 Sepanjang Sidoarjo.
  • RS. Al Irsyad Surabaya. Jl. KH Mas Mansyur 210-214 Surabaya.
  • RSIA Kendangsari MERR Surabaya. Jl. Ir Soekarno Hatta no. 2 MERR Surabaya

Demikian sekilas info bagaimana berkawan dengan behel gigi. Semoga uraian singkat ini dapat bermanfaat bagi adik-adik semua. Salam Sukses dan tetap semangat.

Baca juga: 9 Manfaat Perawatan Behel

Salam sehat, senyum ceria & sukses selalu,

خَيْرُالناسِأَنْفَعُهُمْلِلناسِ


dokterbehel.com

Klinik Spesialis Ortodonti Surabaya

Kontak Kami


Kata kunci untuk penelusuran: klinik ortodonti surabaya / klinik perawatan behel surabaya / klinik gigi surabaya / klinik bracket surabaya / tempat pasang behel gigi di surabaya / cari dokter pasang behel gigi di surabaya / cari dokter pasang behel di surabaya / cari dokter gigi pasang behel di surabaya / gigi di behel